Peranan
dan tantangan manajemen sumber daya manusia terus berkembang dan semakin hari
semakin bertambah banyak, beraneka ragam, rumit, fleksibel dan penting seiring
dengan makin besarnya perusahaan, makin rumitnya tugas yang harus dikerjakan,
makin besarnya dampak lingkungan serta dinamikanya, makin luas dan besar
keterpaduannya dengan lingkungan dan makin besar ketidakpastian yang harus
dihadapi perusahaan. Pada saat ini pentingnya peranan manajemen sumber daya
manusia tercermin dari kebijaksanaan perusahaan untuk mengatur sumber daya
manusianya. Sehingga dapat berperan besar dalam bekerja sama dan mendukung
strategi perusahaan.
Proses
untuk mendapatkan, menyeleksi, dan menempatkan tenaga kerja telah menempati peran
yang terpenting bagi perusahaan. Faktor manusia pada kenyataannya tidak dapat
disangkal lagi dan telah disadari merupakan faktor penentu bila dibanding
dengan segala alat pelengkap seperti uang, mesin dan sebagainya didalam
usaha-usaha perusahaan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu,tenaga kerja yang handal adalah salah satu faktor penting bagi negara-negara yang sedang
berkembang dan kurangnya tenaga-tenaga yang cakap akan menghambat perkembangan
tersebut.
Oleh
sebab itu, seleksi tenaga kerja diperlukan untuk melanjutkan tujuan organisasi
seperti kelangsungan hidup, pertumbuhan atau keuntungan. Seleksi tenga kerja
dimaksudkan untuk memilih tenaga kerja cakap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
organisasi di masa sekarang dan yang akan datang. Seleksi tenaga kerja
juga memberikan sarana untuk mencapai tujuan manajemen sumber daya manusia yang
ditentukan dalam perencanaan sumber daya manusia.
Seleksi
pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan
memiliki kualifikasi yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang ada atau
sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan. Tujuan seleksi adalah
mendapatkan tenaga kerja yang paling tepat untuk memangku suatu jabatan
tertentu. Mengarah pada tujuan seleksi yang demikian itu, setiap organisasi
yang bersangkutan senantiasa akan berusaha dengan biaya yang serendah mungkin
dengan menggunakan cara yang paling efisien, tetapi efektif.
Dalam
proses seleksi ada dua pendekatan diantaranya Pendekatan succesive hurdles,
dimana sebagian besar proses seleksi yang berjalan sampai saat ini
berdasarkan konsep tersebut. Itu berarti bahwa untuk berhasilnya pelamar tenaga
kerja diterima dalam suatu organisasi, mereka harus lulus dari berbagai
persyaratan yang telah ditentukan secara bertahap. Mulai dari mengisi blanko
lamaran, tes-tes, wawancara, mengecek seluruh latar belakang pribadi pelamar,
dan pemeriksaan medis maupun pemeriksaan relevant lainnya, dll.
Pendekatan selanjutnya adalah Pendekatan
compensantory yang merupakan pendekatan yang lain dan jaran dipergunakan.
Konsep ini didasarkan pada beranggapan bahwa kekurangan pada satu faktor disatu
pihak sebenarnya dapat “ditutupi” oleh faktor seleksi lainnya yang cukup baik
dipihak lain. Proses seleksi sangat penting dalam memberikan penilaian akan
sifat-sifat, watak, dan kemampuan para pelamar secara tepat, teliti dan
lengkap. Kualifikasi yang diperlukan biasanya mencakup keahlian
(technical&management), pengalaman, usia, jenis kelamin, pendidikan ,
kondisi fisik, penampilan, bakat , temperamen, dan karakter.
Ditinjau dari jenisnya, proses seleksi dapat
dibedakan dari dua jenis yaitu ilmiah dan non ilmiah. Dalam jenis seleksi
ilmiah, penyeleksian didasarkan atas data-data yang diberikan oleh calon
karyawan seperti: CV, Transkip, serta rekomendasi. Dalam non-ilmiah biasanya didasarkan dari proses
wawancara, bentuk tulisan dalam surat dan penampilan. Kemudian dari teknik
penyeleksian seleksi, terdapat 2 cara: yaitu interview dan assesment center.
Teknik interview mengkualifikasi secara definitive, mutlak sesuai kebutuhan
posisi jabatan tertentu di perusahaan. Sementara teknik assessment center lebih
fleksibel, karena didasarkan pendekatan multiple dalam arti bisa diterapkan
pada beberapa organisasi tergantung pada kebutuhannya.
Study Kasus di Perusahaan
Dalam perusahaan tempat saya bekerja, teknik yang digunakan dalam penyeleksian adalah kombinasi dari interview dan assesment center, dimana seseorang harus memenuhi kualifikasi tertentu untuk nantinya dibina serta dikembangkan oleh perusahan . Hal ini dilakukan, agar perusahaan mengetahui potensi yang seutuhnya dari karyawan tersebut. Pada proses seleksi awal, hal yang diperhatikan oleh perusahaan adalah tingkat pendidikan, keahlian , karakter serta temperamen.
Sumber:
Abeng, Tanri. Profesi Manajemen. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2007.
Dale, Barry. Managing Quality. Oxford: Blackwell Publishing Ltd, 2003.
Davis, Tony. Talent Assessment. Jakarta:PPM Publisher, 2009.
Purwanegara, Djumhana, Dkk. Pengembangan Sumber Daya
Manusia: Teori dan Dinamika Praktik.
Bandung: Dea Art Pustaka, 2009.
miredboyz.blogspot.com/p/seleksi-karyawan.html (diakses pada 24/9/2014)
