Definisi dan
Urgensi Job Analysis
Job analysis
atau analisis pekerjaan sering dianggap sebagai fondasi dasar dari sebuah
sistem sumber daya manusia dalam organisasi. Restrukturisasi, inisiatif
perbaikan kualitas, perencanaan sumber daya manusia, desain jabatan, pelatihan,
pengembangan karir, sistem penilaian prestasi kerja, itu semua mendasarkan diri
pada hasil dari analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan merupakan langkah awal
untuk hampir seluruh fungsi personalia.
Menurut
Socrates, terdapat tiga hal penting dalam suatu komunitas yang terorganisasi.
Pertama, terdapat perbedaan kemampuan dalam setiap individu di dunia kerja.
Kedua, ada proses penempatan yang unik yaitu disesuaikan dengan kemampuan atau
bakat alaminya. Ketiga, untuk memperoleh performa kerja yang tinggi maka
komunitas tersebut harus menempatkan seseorang di posisi yang tepat sesuai kemampuannya.
Dalam suatu perusahaan, untuk mampu menilai kinerja pegawai, mempekerjakan
orang yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan, maka dibutuhkan sebuah
analisis pekerjaan yang di dalamnya dibahas juga mengenai perekrutan,
pemeriksaan secara mendetail, pengujian, dan penyeleksian aplikasi pekerjaan.
Secara definisi,
analisis pekerjaan adalah studi sistematis mengenai tugas, kewajiban, dan
tanggung jawab dari suatu pekerjaan, serta pengetahuan, kemampuan, dan keahlian
yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Atau dapat pula dikatakan
Analisis Pekerjaan adalah proses pengumpulan informasi mengenai suatu pekerjaan
yang dilakukan oleh seorang pekerja, yang dilaksanakan dengan mengamati cara
atau mengadakan interview terhadap pekerja, dengan bukti-bukti yang benar dari
supervisor. Analisis pekerjaan adalah titik awal untuk hampir semua fungsi
personalia dan analisis ini sangat penting untuk mengembangkan cara penilaian
personalia.
Analisis pekerjaan ini akan menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan pernyataan tertulis mengenai kewajiban-kewajiban pekerja dan bisa juga mencakup standart kualifikasi, yang merinci pendidikan dan pengalaman minimal yang diperlukan bagi seorang pekerja untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dari kedudukannya secara memuaskan.
Analisis pekerjaan ini akan menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan pernyataan tertulis mengenai kewajiban-kewajiban pekerja dan bisa juga mencakup standart kualifikasi, yang merinci pendidikan dan pengalaman minimal yang diperlukan bagi seorang pekerja untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dari kedudukannya secara memuaskan.
Analisis
pekerjaan sewajarnya dilakukan oleh individu yang sungguh memahami orang-orang,
pekerjaan dan keseluruhan sistem organisasi. Dalam realitanya analisis
pekerjaan dilaksanakan oleh pakar job analysis, Job Analyser dari luar,
supervisor, dan manager. Orang yang menganalisis pekerjaan harus terlatih dalam
metode penelitian dasar selain itu juga harus ahli dalam teknik pengukuran
objektif agar dapat menghasilkan analisis yang akurat. Dalam proses analisis
pekerjaan terdapat tiga 3 tahapan penting, yaitu (1) mengumpulkan informasi,
(2) menganalisis dan mengelola informasi jabatan, dan (3) menyusun informasi
jabatan dalam suatu format yang baku. Analisis pekerjaan yang dilakukan dengan baik
akan menghasilkan uraian jabatan yang baik pula, dan kemudian dapat dijadikan
bahan baku yang baik untuk proses pengelolaan SDM yang lain (evaluasi jabatan,
rekrutmen dan seleksi, manajemen kinerja, penyusunan kompetensi, pelatihan).
Analisis
pekerjaan adalah suatu proses, sedangkan produknya adalah deskripsi jabatan,
spesifikasi jabatan, dan evaluasi jabatan. Analisis pekerjaan pada intinya
terdiri dari rangkaian sejumlah informasi yang digali melalui
pertanyaan-pertanyaan tertentu. Pertanyaan dalam analisis pekerjaan itu dapat
dirumuskan sebagai berikut :
• What :
menanyakan tentang apa yang dikerjakan pada jabatan tersebut atau tugas-tugas
apa sajakah yang terdapat pada jabatan tersebut.
• How : terkait dengan informasi tentang bagaimana mengerjakan pekerjaan atau tugas-tugas dalam jabatan tersebut atau terkait dengan cara/ prosedur pelaksanaan tugas.
• Why : menyangkut penggalian informasi tentang mengapa tugas-tugas dalam jabatan tersebut dilakukan atau untuk tujuan apa tugas-tugas tersebut dikerjakan.
• Skill involved : kecakapan/ kepandaian/ ketrampilan apakah yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan/ tugas-tugas tersebut.
• How : terkait dengan informasi tentang bagaimana mengerjakan pekerjaan atau tugas-tugas dalam jabatan tersebut atau terkait dengan cara/ prosedur pelaksanaan tugas.
• Why : menyangkut penggalian informasi tentang mengapa tugas-tugas dalam jabatan tersebut dilakukan atau untuk tujuan apa tugas-tugas tersebut dikerjakan.
• Skill involved : kecakapan/ kepandaian/ ketrampilan apakah yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan/ tugas-tugas tersebut.
Teknik Analisis
Jabatan
Dalam
menganalisa jabatan, biasanya pihak msdm menggunakan beberapa teknik metode
untuk mempermudah sasaran dan tujuan yang hendak dicapai. Berikut adalah
macam-macam teknik dalam menganalisa jabatan:
1)
Job Element Method
Teknik
analisis pekerjaan berdasar pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan
karakteristik lain yang disyaratkan untuk suatu pekerjaan. (KSAOs). Fokus dari
metode ini ada pada karakteristik individual yang menjalankan pekerjaan,
“person oriented”. Karena lingkupnya yang terbatas, teknik ini sering
dikombinasikan dangan teknik-teknik analisis yang lain. Paling sering digunakan
pada analisa jabatan dalam pemerintahan.
2)
Functional Job Analysis (FJA)
Teknik
analisis terstruktur ini menguji rangkaian tugas dalam suatu pekerjaan dan
proses pemenuhannya. Dalam aplikasinya, teknik ini membantu menciptakan the
Dictionary Occupational Titles (DOT), referensi panduan untuk mengklasifikasi
dan mendiskripsikan lebih dari 40.000 jenis pekerjaan. DOT menggunakan the
Standard Occupational Classification (SOC), Sembilan digit kode yang
menunjukkan kategori pekerjaan dan level jenis pekerjaan yang diminta jenis
pekerjaan tertentu. Occupational Information Network (O*NET) merupakan
pengganti DOT yang digunakan beberapa tahun terakhir ini, menyediakan informasi
tentang kategori pekerjaan, gaji, pelatihan, dan persyaratan kerja. Teknik ini
populer karena hemat biaya dan menggunakan diskripsi kerja berdasarkan standar
nasional. Sangat membantu dalam analisis diskripsi kerja untuk banyak posisi
sekaligus. Berguna dalam memberikan pencerahan pada pekerja bagaimana untuk
sukses dalam pekerjaannya.
3)
Position Analysis Questionnaire (PAQ)
Teknik
analisis pekerjaan yang menggunakan kuessioner tertutup dalam menganalisis
pekerjaan berdasarkan pada 187 ketetapan kerja dan terbagi dalam 6 kategori
yaitu : Input informasi (Bagaimana pekerja memperoleh informasi yang dibutuhkan
untuk menjalankan pekerjaannya), proses mental (yang menggunakan pemikiran,
penalaran, dan pengambilan keputusan yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan),
Output kerja (Tugas yang harus dikerjakan pekerja dan alat atau mesin yang dibutuhkan
untuk menjalankannya), Hubungan interpersonal (Jenis hubungan atau kontak
dengan rekan kerja yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan), konteks kerja (Konteks
fisik atau sosial dimana pekerjaan tersebut dijalankan), dan Karakteristik yang
meliputi Aktifitas, kondisi, dan karakteristik lain yang relevan dalam
pekerjaan tersebut. Keenam kategori perangkat kerja ini masing-masing diukur
dengan 6 kategori, yaitu; Kegunaan, kepentingan, waktu, aplikasi, kemungkinan
kejadian, dan kode khusus. Penggunaan teknik ini menghasilkan profil pekerjaan
yang terperinci yang nantinya dapat digunakan untuk membandingkan pekerjaan
dengan posisi yang sama atau mirip pada organisasi yang berbeda. Teknik ini juga
merupakan riset analisis pekerjaan yang kajiannya paling dalam, yang
penelitiannya telah digunakan untuk mengidentifikasi kesamaan antara kelas yang
berbeda dari pekerjaan dan kesamaan kelas dari pekerjaan pada organisasi yang
berbeda. Teknik ini lebih akurat dilakukan oleh seorang ahli job analisis
daripada orang lain termasuk pengemban pekerjaan itu sendiri.
4)
Critical Incidents Technique (CIT)
Teknik
analisis pekerjaan yang mencatat perilaku spesifik dari pekerja yang akan
menentukan suskes tidaknya suatu pekerjaan. Informasi ini diperoleh melalui
wawancara, observasi, atau kuisioner oleh supervisor atau pihak yang berwenang.
Teknik ini memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu pekerjaan serta cara
untuk menyukseskan pekerjaan tersebut. Aplikasinya membantu menentukan
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan apa saja yang harus dimiliki pekerja
untuk suskes dalam pekerjaannya. Selain itu juga berguna dalam pengembangan
sistem penilaian kerja dengan mengidentifikasi komponen-komponen penting untuk
kesuksesan kerja.
Sumber:
Dale, Barry. Managing Quality. Oxford: Blackwell Publishing Ltd, 2003.
Davis, Tony. Talent Assessment. Jakarta:PPM Publisher, 2009.
Purwanegara, Djumhana, Dkk. Pengembangan Sumber Daya
Manusia: Teori dan Dinamika Praktik.
Bandung: Dea Art Pustaka, 2009.
http://2satu0satu.wordpress.com/2010/12/
http://2satu0satu.wordpress.com/2010/12/
http://winpsikologi.wordpress.com/2012/04/23/pengertian-dan-tujuan-analisis-jabatan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar