Industrial Engineer

Industrial Engineer

Kamis, 02 Oktober 2014

Makna Pelatihan dalam perencanaan SDM



Pelatihan (training) secara definisi proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja.(Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 Tahun 2003. pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan pekerjaan.

Sementara Mathis (2002) berpendapat bahwa pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi, pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas. Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan mereka saat ini. Maka daripada itu pelatihan merupakan bagian dari investasi SDM (human investment) yang meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja, serta meningkatkan kinerja pegawai.

Dalam merencanakan pelatihan, perlu dipertimbangkan beberapa factor seperti menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, yang sering disebut need analysis atau need assessment Analisa ini digunakan untuk menentukan sasaran dan materi program pelatihan. Setelah itu perlu dirumuskan metode pelatihan dan prinsip-prinsip belajar yang digunakan. Hal ini dilakukan guna mengetahui seberapa besar efektifitas pelatihan bagi sasaran pelatihan tersebut, yang nantinya berujung pada tahap evaluasi program pelatihan.

Manfaat dan Evaluasi Training

Kegiatan pelatihan sangat penting karena bermanfaat guna menambah pengetahuan atau ketrampilan terutama bagi yang mempersiapkan diri memasuki lapangan pekerjaan. Sedangkan bagi yang sudah bekerja akan berfungsi sebagai “charger” agar kemampuan serta kapabilitas kita selalu terjaga guna mengamankan existensi atau peningkatan karir. Sementara dari sudut pandang perusahaan, pelatihan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produktivitas tenaga kerja yang dimilikinya. Hal ini karena waktu pembelajaran yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar kerja perusahaan dapat diterima.

Lebih jauh lagi, pelatihan yang berkelanjutan dapat membentuk sikap, loyalitas, dan kerja sama yang menguntungkan bagi kinerja perusahaan, sehingga memenuhi kebutuhan perencanaan sumber daya manusia. Dari segi keselamatan, pelatihan bermanfaat dalam Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian ataupun ketidaktahuan tenaga kerja. Maka, dengan pelatihan , biasanya berdampak positif bagi perusahaan. Namun, dalam setiap pelatihan perlu dilakukan evaluasi, agar kompetensi pelatihan semakin baik.

Studi kasus di perusahaan saya, pelatihan ditujukan untuk proses adaptasi dan peningkatan kemampuan bagi para karyawan. Setelah mengadakan pelatihan, biasanya departemen pelatihan melakukan evaluasi. Evaluasi pelatihan dimaksudkan untuk mengetahui reaksi peserta terhadap isi dan proses pelatihan. Selain itu juga didapat pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman latihan. Serta diharapkan terjadi Perubahan perilaku dan Perbaikan pada organisasi. Dengan demikian, pelatihan yang dilakukan di masa mendatang menjadi lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan peningkatan produktifitas perusahaan.

Sumber:


Dale, Barry. Managing Quality. Oxford: Blackwell Publishing Ltd, 2003. 
Davis, Tony. Talent Assessment. Jakarta:PPM Publisher, 2009.
Purwanegara, Djumhana, Dkk. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Teori dan Dinamika Praktik.  Bandung: Dea Art Pustaka, 2009.
http://goenable.wordpress.com/tag/tujuan-dan-manfaat-pelatihan/
http://teorionline.wordpress.com/2010/06/27/pelatihan-sdm/  (diakses pada 29 September 2014)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar