Permasalahan manajemen karir,
amat erat kaitannya dengan pengembangan karir. Secara definisi, karir adalah urut-urutan
posisi yang diduduki oleh seseorang selama jangka waktu hidupnya. Karir terdiri
dari perubahan dalam nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena seseorang
menjadi semakin tua. Sementara manajemen Karir adalah proses yang dilakukan
oleh organisasi untuk memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para
karyawannya guna menyediakan suatu kumpulan orang-orang yang kompeten untuk
memenuhi kebutuhan di masa depan.
Manajemen karir perlu diterapkan
guna meningkatkan efektifitas karir, yang dinilai tidak hanya oleh individu,
namun juga oleh organisasi itu sendiri. Karakteristik efektifitas karir :
kinerja, sikap, adaptabilitas, dan identitas. Kinerja Karir yang umumnya berpengaruh
dalam tingkat gaji dan kemajuan posisi merefleksikan tingkat kontribusi
individu terhadap kinerja organisasional. Manajemen perlu mencermati beberapa
hal : Sejauh evaluasi kinerja dan proses imbalan organisasi tidak mengakui
kinerja secara penuh, individu mungkin tidak menyadari indicator ini sebagai
efektifitas karir.
Sementara sikap karir mengacu kepada
cara individu melihat dan mengevaluasi karirnya. Karyawan yang memiliki sikap
karir positif juga akan memiliki persepsi dan evaluasi positif terhadap
karirnya. Disinilah terlihat adaptabilitas karir yang mengindikasikan aplikasi
pengetahuan, keahlian, dan teknologi paling terdepan di sebuah karir. Sikap ini
membentuk identitas karir yang mengandung dua komponen yaitu :Tingkat kesadaran
(yang konsisten dan jelas dari individu menyangkut minat, nilai-nilai, dan
ekspektasi mereka masa depan) dan tingkat konsistensi kehidupan individu
sepanjang waktu ia bekerja
Dalam tahap perkembangan karir,
biasanya ditemui beberapa kendala pada awal perjalanan karir. Olehkarena itu,
diperlukan perencanaan karir. Melalui perencanaan karir , seseorang
mengevaluasi kemampuan dan minatnya , mempertimbangkan kesempatan karir
alternatif , menyusun tujuan karir , dan merencanakan aktifitas pengembangan
praktis . Ada dua elemen utama dalam perencanaan yaitu : Perencanaan Karir
organisasional (yang mengintegrasikan kebutuhan sumber daya manusia dan
sejumlah aktivitas karir , lebih menitikberatkan pada jenjang atau jalur karir),
serta Perencanaan Karir individual (yang terfokus pada individu dan keinginan ,
keahlian , dan hasratnya). Perencanaan ini memperhitungkan berbagai perubahan yang
terjadi dalam organisasi
Manajemen karir organisasi
biasanya mengharapkan pencapaian satu atau lebih tujuan berikut:
Pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif. Ini juga memberi kesempatan penilaian diri bagi para karyawan untuk memikirkan jalur – jalur tradisional atau yang baru. Dampaknya pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau lokasi geografis, serta kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan.
Peningkatan kinerja bisa melalui pengalaman on-the-job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertikal dan horizontal maupun peningkatan loyalitas dan motivasi karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan.
Pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif. Ini juga memberi kesempatan penilaian diri bagi para karyawan untuk memikirkan jalur – jalur tradisional atau yang baru. Dampaknya pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau lokasi geografis, serta kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan.
Peningkatan kinerja bisa melalui pengalaman on-the-job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertikal dan horizontal maupun peningkatan loyalitas dan motivasi karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan.
Sebuah metode penentuan kebutuhan
pelatihan dan pengembangan. Program manajemen karir meliputi konseling
karyawan; melacak pekejaan, keahlian, dan pengalaman relevan lainnya dari
karyawan; menawarkan workshop dalam perencanaan karir dan kehidupan, menekankan
penilaian kinerja yang bersifat pengembangan, dan mengadakan pusat penilaian.
Aktivitas perencanaan karir terfokus pada (1) membantu perencanaan karir
individu; (2) menyediakan nasihat untuk membantu individu secara efektif berpindah
di dalam organisasi; dan (3) membentuk beraneka urutan pekerjaan atau jalur
karir bagi karyawan.
Pada akhirnya, karir merupakan urut-urutan posisi
yang diduduki oleh seseorang selama jangka waktu hidupnya. Karir terdiri dari
perubahan dalam nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena seseorang
menjadi semakin tua. Adalah proses yang
dilakukan oleh organisasi untuk memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan
para karyawannya guna menyediakan suatu kumpulan orang-orang yang kompeten
untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Melalui perencanaan karir , seseorang
mengevaluasi kemampuan dan minatnya , mempertimbangkan kesempatan karir
alternatif , menyusun tujuan karir , dan merencanakan aktifitas pengembangan
praktis.
Sumber
Dale, Barry. Managing Quality. Oxford: Blackwell Publishing Ltd, 2003.
Davis, Tony. Talent Assessment. Jakarta:PPM Publisher, 2009.
Purwanegara, Djumhana, Dkk. Pengembangan Sumber Daya
Manusia: Teori dan Dinamika Praktik.
Bandung: Dea Art Pustaka, 2009.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar