Industrial Engineer

Industrial Engineer

Jumat, 24 Oktober 2014

Selayang Pandang Manajemen Karir



Permasalahan manajemen karir, amat erat kaitannya dengan pengembangan karir.  Secara definisi, karir adalah urut-urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama jangka waktu hidupnya. Karir terdiri dari perubahan dalam nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena seseorang menjadi semakin tua. Sementara manajemen Karir adalah proses yang dilakukan oleh organisasi untuk memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para karyawannya guna menyediakan suatu kumpulan orang-orang yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.


Manajemen karir perlu diterapkan guna meningkatkan efektifitas karir, yang dinilai tidak hanya oleh individu, namun juga oleh organisasi itu sendiri. Karakteristik efektifitas karir : kinerja, sikap, adaptabilitas, dan identitas. Kinerja Karir yang umumnya berpengaruh dalam tingkat gaji dan kemajuan posisi merefleksikan tingkat kontribusi individu terhadap kinerja organisasional. Manajemen perlu mencermati beberapa hal : Sejauh evaluasi kinerja dan proses imbalan organisasi tidak mengakui kinerja secara penuh, individu mungkin tidak menyadari indicator ini sebagai efektifitas karir.

Sementara sikap karir mengacu kepada cara individu melihat dan mengevaluasi karirnya. Karyawan yang memiliki sikap karir positif juga akan memiliki persepsi dan evaluasi positif terhadap karirnya. Disinilah terlihat adaptabilitas karir yang mengindikasikan aplikasi pengetahuan, keahlian, dan teknologi paling terdepan di sebuah karir. Sikap ini membentuk identitas karir yang mengandung dua komponen yaitu :Tingkat kesadaran (yang konsisten dan jelas dari individu menyangkut minat, nilai-nilai, dan ekspektasi mereka masa depan) dan tingkat konsistensi kehidupan individu sepanjang waktu ia bekerja

Dalam tahap perkembangan karir, biasanya ditemui beberapa kendala pada awal perjalanan karir. Olehkarena itu, diperlukan perencanaan karir. Melalui perencanaan karir , seseorang mengevaluasi kemampuan dan minatnya , mempertimbangkan kesempatan karir alternatif , menyusun tujuan karir , dan merencanakan aktifitas pengembangan praktis . Ada dua elemen utama dalam perencanaan yaitu : Perencanaan Karir organisasional (yang mengintegrasikan kebutuhan sumber daya manusia dan sejumlah aktivitas karir , lebih menitikberatkan pada jenjang atau jalur karir), serta Perencanaan Karir individual (yang terfokus pada individu dan keinginan , keahlian , dan hasratnya). Perencanaan ini memperhitungkan berbagai perubahan yang terjadi dalam organisasi

Manajemen karir organisasi biasanya mengharapkan pencapaian satu atau lebih tujuan berikut:
Pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif. Ini juga memberi kesempatan penilaian diri bagi para karyawan untuk memikirkan jalur – jalur tradisional atau yang baru. Dampaknya pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau lokasi geografis, serta kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan.
Peningkatan kinerja bisa melalui pengalaman on-the-job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertikal dan horizontal maupun peningkatan loyalitas dan motivasi karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan.

Sebuah metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan. Program manajemen karir meliputi konseling karyawan; melacak pekejaan, keahlian, dan pengalaman relevan lainnya dari karyawan; menawarkan workshop dalam perencanaan karir dan kehidupan, menekankan penilaian kinerja yang bersifat pengembangan, dan mengadakan pusat penilaian. Aktivitas perencanaan karir terfokus pada (1) membantu perencanaan karir individu; (2) menyediakan nasihat untuk membantu individu secara efektif berpindah di dalam organisasi; dan (3) membentuk beraneka urutan pekerjaan atau jalur karir bagi karyawan.


Pada akhirnya, karir merupakan urut-urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama jangka waktu hidupnya. Karir terdiri dari perubahan dalam nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena seseorang menjadi semakin tua.  Adalah proses yang dilakukan oleh organisasi untuk memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para karyawannya guna menyediakan suatu kumpulan orang-orang yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Melalui perencanaan karir , seseorang mengevaluasi kemampuan dan minatnya , mempertimbangkan kesempatan karir alternatif , menyusun tujuan karir , dan merencanakan aktifitas pengembangan praktis.





Sumber

Dale, Barry. Managing Quality. Oxford: Blackwell Publishing Ltd, 2003. 
Davis, Tony. Talent Assessment. Jakarta:PPM Publisher, 2009.
Purwanegara, Djumhana, Dkk. Pengembangan Sumber Daya Manusia: Teori dan Dinamika Praktik.  Bandung: Dea Art Pustaka, 2009.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar